Garudapers
ADVERTISEMENT
Ingin pasang iklan di sini? Hubungi Kami

Dua Sapi Mati, Dua Ditukar karena Sakit: Inspektorat Turun Langsung Periksa Program Ketahanan Pangan Cikadu

Veri Mulyono
1166
×

Dua Sapi Mati, Dua Ditukar karena Sakit: Inspektorat Turun Langsung Periksa Program Ketahanan Pangan Cikadu

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA- Garuda,pers,com // Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Irban 1 melakukan sidak mendadak sekaligus peninjauan langsung ke lapangan terkait pelaksanaan program ketahanan pangan di Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (20/10/2026).

​Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Irban 1, Ida, Nono bersama Arip dan tim, guna memastikan keberadaan sapi tersebut dan juga transparansi serta kejelasan realisasi anggaran ketahanan pangan tahun anggaran 2025/2026. Dalam sidak tersebut, tim Inspektorat didampingi oleh Kepala Desa Cikadu, H. A. Sulaeman, serta Ketua BUMDES Juardi yang akrab disapa Bojes,

Baca Juga : PENGADUAN KWI DIDUGA DIABAIKAN! DUGAAN POTONG GAJI Rp670 RIBU TAK JELAS, KINERJA DINAS DI PAMEKASAN DISOROT

​Berdasarkan hasil peninjauan Inspektorat langsung kelokasi kandang yang berada di wilayah kampung, Babakan Sari RT 10/RW 04, tim Inspektorat mendapati total populasi pengadaan sapi sebanyak 6 ekor. Dari jumlah tersebut, ditemukan fakta lapangan sebagai berikut:

​​2 Ekor Mati: Telah dilengkapi dengan berita acara kematian dan surat keterangan yang lengkap.

​​2 Ekor Sakit: Telah melalui mekanisme penukaran dengan pihak bandar sapi (penjual) untuk diganti demi kesehatan hewan.

​​2 Ekor Sehat: Masih berada di dalam kandang dan dalam kondisi terpelihara dengan baik.

Baca Juga : Deholi Masih Buron, Publik Tagih Keseriusan Polres Bangkalan Berantas Bandar Narkoba

​Pihak Inspektorat menyatakan bahwa seluruh administrasi, mulai dari berita acara hingga dokumen pendukung lainnya, lengkap dan sesuai dengan kondisi fisik di lapangan.

​Dengan pengecekan ini, diharapkan program ketahanan pangan desa dapat terus berjalan secara akuntabel, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Cikadu,

Bojes menjelaskan kepada awak media dengan kehadiran pihak Inspektorat merasa terbantu dengan keberadaan sapi yang sudah viral di Mensos sudah terbantahkan , dan Bojes juga mengatakan untuk kedepannya mudah -mudahan lebih berkembang lagi pengelolaan sapinya, ujarnya

( RM/tim)

gambar Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *