PAMEKASAN — GARUDA PERS — Efisiensi anggaran sedang jadi perhatian, tetapi ada satu hal yang belum efisien: waktu tunggu jawaban klarifikasi dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Pamekasan.
Media Garuda Pers mengirim permintaan klarifikasi pada Rabu, 21 Oktober 2026, terkait empat paket pengadaan senilai Rp316.615.500. Namun, hingga berita ini ditulis, jawaban yang dinanti belum juga mendarat.
Pesan sudah terkirim, pertanyaan sudah berbaris rapi. Sayangnya, jawaban masih misterius. WhatsApp redaksi seolah sedang mengikuti program efisiensi: hemat kata, hemat balasan, bahkan mungkin hemat bunyi notifikasi!
Tentu saja, itu sekadar sindiran. Redaksi belum mengetahui alasan pasti belum adanya tanggapan.
Berdasarkan data yang menjadi bahan klarifikasi redaksi, empat paket pengadaan tersebut terdiri atas:
- Rp123.595.400 untuk jamuan makanan dan minuman pemberangkatan jemaah haji.
- Rp75.000.000 untuk jasa penyelenggara acara.
- Rp53.020.100 untuk bahan cetak bina mental spiritual.
- Rp65.000.000 untuk sewa kendaraan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji.
Totalnya mencapai Rp316.615.500.
Baca Juga : PENGADUAN KWI DIDUGA DIABAIKAN! DUGAAN POTONG GAJI Rp670 RIBU TAK JELAS, KINERJA DINAS DI PAMEKASAN DISOROT
Angkanya bukan uang receh yang tercecer di bawah meja. Karena itu, wajar jika redaksi ingin mengetahui bagaimana kebutuhan dihitung, pengadaan dilaksanakan, dan anggaran dipertanggungjawabkan.
Bukan berarti angka tersebut otomatis bermasalah. Namun, kalau efisiensi menjadi perhatian, penjelasan tentang kebutuhan dan manfaat belanja tentu semakin penting.
Garuda Pers ingin mengajukan pertanyaan sederhana: bagaimana prinsip efisiensi diterapkan dalam empat paket tersebut? Apakah perencanaannya sudah berdasarkan kebutuhan, bagaimana realisasinya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat?
Pertanyaan ini tidak membutuhkan jawaban sepanjang pidato upacara. Penjelasan singkat, jelas, dan berdasarkan dokumen sudah cukup untuk membuka gambaran yang lebih utuh.
Kalau anggarannya sudah tercatat, penjelasannya tentu diharapkan tidak ikut menghilang dari peredaran.
Jangan sampai publik sibuk menghitung efisiensi, sementara wartawan sibuk menghitung sudah berapa lama menunggu balasan.
Baca Juga : Deholi Masih Buron, Publik Tagih Keseriusan Polres Bangkalan Berantas Bandar Narkoba
Hingga berita ini diterbitkan, Garuda Pers belum menerima tanggapan atas permintaan klarifikasi yang dikirim pada 21 Oktober 2026.
Apakah pesan belum terbaca, masih dikoordinasikan, atau jawaban sedang disiapkan? Redaksi tidak mau asal menebak. Biarlah pihak terkait memberikan penjelasan secara langsung.
Satu hal yang pasti, belum adanya jawaban bukan bukti terjadinya pelanggaran. Justru klarifikasi dibutuhkan agar informasi tidak berkembang menjadi dugaan tanpa dasar.
Garuda Pers tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala Bagian Kesra Kabupaten Pamekasan.
Efisiensi boleh menghemat anggaran, tetapi jangan sampai keterbukaan informasi ikut berhemat.
Rp316 juta lebih sudah tercatat dalam empat paket pengadaan. Kini, publik menunggu penjelasan, bukan sulap-sulapan angka.








