MADURA — Persaingan karapan sapi menuju Piala Presiden 2026 menjadi panggung pembuktian bagi para jawara dari empat kabupaten di Pulau Madura. Sebanyak 24 pasangan sapi karapan tercantum dalam daftar peserta yang mewakili Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Masing-masing kabupaten mengirimkan enam pasangan sapi, terdiri atas tiga peserta kategori A dan tiga peserta kategori B. Mereka tidak sekadar mengejar kecepatan di lintasan, tetapi juga membawa nama daerah, kebanggaan pemilik, serta kehormatan tradisi karapan sapi Madura.
Rangkaian perlombaan dalam daftar peserta tersebut berlangsung pada Oktober 2026, mulai dari Sumenep pada 10 Oktober, Pamekasan pada 11 Oktober, Sampang pada 18 Oktober, hingga Bangkalan pada 25 Oktober.
1. SUMENEP — Sabtu, 10 Oktober 2026
Kategori A:
- DRT EKSLUSIVE
- TONG LENTONG
- SANGKURIANG
Kategori B:
- TOLATO PRABU
- GERIDUH 1
- DRT MALINDOS
2. PAMEKASAN — Minggu, 11 Oktober 2026
Baca Juga : PENGADUAN KWI DIDUGA DIABAIKAN! DUGAAN POTONG GAJI Rp670 RIBU TAK JELAS, KINERJA DINAS DI PAMEKASAN DISOROT
Kategori A:
- TAK MAU DIMADU
- ANTI VIRUS
- TAMBHEL SAKTI 99
Kategori B:
- DUA PUTRI KEDATON
- BOBAN TERBANG
- SER NASER
3. SAMPANG — Minggu, 18 Oktober 2026
Kategori A:
- JETMATIC
- BERLIAN MERAH
- SELENDANG BIRU
Kategori B:
- SANG JENDERAL DORTODOR
- STELL BALAP
- JET TEMPUR
4. BANGKALAN — Minggu, 25 Oktober 2026
Baca Juga : Deholi Masih Buron, Publik Tagih Keseriusan Polres Bangkalan Berantas Bandar Narkoba
Kategori A:
- BINTANG BERLIAN
- MALINDOS GONJANG GANJING
- TEMBAK LANGSUNG
Kategori B:
- GAGAK RIMANG
- SONAR MUDA
- SONAR MUDA
Karapan sapi merupakan salah satu warisan budaya khas Madura yang memiliki nilai sosial, tradisi, dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Di balik setiap perlombaan, terdapat persiapan panjang pemilik sapi, keterampilan joki, kekompakan tim, serta dukungan masyarakat yang turut menjaga eksistensi tradisi tersebut.
Persaingan menuju Piala Presiden pun menjadi momentum untuk memperlihatkan kualitas pasangan sapi dari masing-masing kabupaten. Nama-nama peserta yang tercantum membawa cerita dan ambisi tersendiri untuk tampil maksimal di lintasan.
Namun, kekuatan setiap pasangan sapi baru dapat dibuktikan melalui penampilan dan hasil perlombaan. Karena itu, publik tentu menantikan persaingan yang sportif, penyelenggaraan yang tertib, serta kesempatan bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Empat kabupaten, 24 pasangan sapi, satu kebanggaan Madura. Siapa yang bakal mencuri perhatian dan menjadi jawara di lintasan?
Karapan sapi bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah tradisi terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura.








