Garudapers
ADVERTISEMENT
Ingin pasang iklan di sini? Hubungi Kami

PEKERJAAN TANDON AIR DI DESA BETTET DIDUGA AMBURADUL! MOLEN TAK DIGUNAKAN, PEKERJA TANPA HELM DAN ROMPI KESELAMATAN

Veri Mulyono
1725
×

PEKERJAAN TANDON AIR DI DESA BETTET DIDUGA AMBURADUL! MOLEN TAK DIGUNAKAN, PEKERJA TANPA HELM DAN ROMPI KESELAMATAN

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN – GARUDA PERS Pekerjaan pembangunan tandon air di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, menuai sorotan. Pelaksanaan pekerjaan tersebut terindikasi kurang memperhatikan standar teknis pengerjaan dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3).

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengadukan material untuk pekerjaan tandon air tersebut terlihat tidak menggunakan mesin molen. Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja menyebutkan bahwa mesin molen mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan.

Alasan tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pelaksana dalam menyediakan peralatan kerja yang memadai. Sebab, metode pencampuran material harus tetap memperhatikan ketentuan teknis agar kualitas konstruksi tidak dikorbankan.

Tak hanya itu, kondisi keselamatan pekerja juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pekerjaan tanpa menggunakan helm proyek dan rompi keselamatan.

Baca Juga : BUKAN SEKADAR PALU HAKIM! ADA ANAK YATIM YANG MENUNGGU KEADILAN DI PAMEKASAN

Padahal, perlengkapan keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi proyek. Keselamatan pekerja tidak seharusnya dianggap sebagai pelengkap atau sekadar formalitas.

Kerusakan alat kerja memang bisa terjadi. Namun, pelaksana pekerjaan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan metode yang sesuai spesifikasi teknis.

Pertanyaan mendasarnya, apakah kualitas campuran material tetap terjamin? Siapa yang mengawasi proses pengerjaan tersebut? Apakah pihak pengawas sudah mengetahui kondisi di lapangan?

Jangan sampai pembangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat justru dikerjakan tanpa pengawasan yang maksimal.

Baca Juga : TAMAN TANGGA CINTA DIREHAB Rp329 JUTA! DISPERKIM PURWAKARTA JANGAN CUMA PERBARUI WAJAH, KUALITAS PEKERJAAN WAJIB DIUJI!

Garuda Pers meminta pihak pelaksana, pengawas, serta instansi terkait segera memberikan penjelasan dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tandon air tersebut.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian metode pengerjaan maupun pelanggaran ketentuan K3, perlu dilakukan evaluasi dan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Pembangunan bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan dan mendirikan bangunan. Lebih dari itu, kualitas konstruksi, keselamatan pekerja, serta manfaat bagi masyarakat harus menjadi prioritas.

Jangan sampai tandon air selesai dibangun, tetapi kualitasnya justru menyisakan tanda tanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Garuda Pers membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait.

gambar Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *